Produktif Dengan Bullet Journal

Minggu lalu mewakili Admin 1 Minggu 1 Cerita. Saya berkesempatan menjadi Pemateri di Kulwap Komunitas Ibu Profesional Tangerang Kota. Saat itu materi yang saya bahas adalah Cara Produktif Dengan Bullet Journal. Ngomong-ngomong, sudah pada tahukah apa itu Kulwap ? Karena bagi saya sendiri, istilah ini belum begitu familiar. Hahaha.. Jika teman-teman, penasaran tentang apa itu Kulwap, bisa baca penjelasan lengkapnya Di sini.

PRODUKTIF DENGAN BULLET JOURNAL

Hari ini saya gak akan membahas tentang Kulwap. Tapi saya ingin membahas tentang bagaimana cara produktif dengan Bullet Journal.

The Bullet Journal will help you declutter your packed mind. So you can finally examine your thoughts from an objective distance.

– Ryder Carroll –

Belakangan ini, Bullet Journal mulai banyak digunakan di Indonesia. Mungkin karena sistemnya mudah diadaptasi. Akan tetapi, jika kita menggunakan Bullet Journal dengan mengikuti trend yang beredar. Bisa dipastikan kita akan merasa kelelahan di awal perjalanan.

Karena itu, penting untuk memulai Bullet Journal justru dari yang paling dasar (Basic) terlebih dahulu. Dengan begitu, prosesnya pun akan lebih mudah dan lancar.

Bagaimana prosesnya ?

MENGENAL BULLET JOURNAL

Sebelum saya membahas tentang bagaimana caranya ? Terlebih dahulu saya akan memperkenalkan tentang Bullet Journal.

Apa Sih Bullet Journal ?

Bullet Journal adalah sistem perencanaan analog yang merupakan perpaduan dari perencanaan (planning system) dan tradisional journaling (diary).

Siapa Penciptanya

Bullet Journal pertama kali diciptakan oleh seorang digital product designer yang bermukim di Amerika. Ryder Carroll adalah orang yang pertama kali memperkenalkan sistem Bullet Journal ke masyarakat Dunia.

Mengapa Bullet Journal ?

Pada awal pembuatannya, Bullet Journal dibuat seminimalis mungkin. “ Menjadi lebih Fokus dalam mencapai target “ adalah tujuan utama Ryder menciptakan Bullet Journal. Meski pada perkembangannya Bullet Journal memiliki banyak tipe penerapan.

Bullet Journal adalah sistem yang fleksibel. Sehingga siapapun bisa menggunakannya. Bullet Journal terdiri dari banyak komponen pendukung, yang kemudian dikenal dengan istilah Spread atau Layout.

Bullet Journal sendiri berpotensi membawa perubahan bagi penggunanya. Karena Bullet Journal mudah dipadukan dengan sistem produktivitas lainnya dan kebutuhan penggunanya.

Kapan waktu yang tepat untuk membuat Bullet Journal ?

Kapanpun kita siap membuatnya. Karena yang kita butuhkan hanya Buku dan alat tulis.

HUBUNGAN BULLET JOURNAL DAN PRODUKTIVITAS.

Bagaimana cara produktif dengan Bullet Journal ?

The Bullet Journal method will help you accomplish more by working on less. It helps you identify and focus on what is meaningful by stripping away what is meaningless.

The Bullet Journal Method Book

Menggunakan Bullet Journal, mengharuskan kita belajar tentang sistem perencanaan. Misalnya membuat Goal Bulanan, Goal Mingguan bahkan Goal harian. Dari Goal yang sudah kita tetapkan, kemudian kita membaginya menjadi to do list yang kita kerjakan setiap hari. Di sinilah fungsi Bullet Journal sesungguhnya. Kita diajarkan untuk fokus melakukan to do list yang sudah kita terapkan. Dengan begitu kita bisa melihat progress dalam mencapai targetnya.

To do list yang kita buat setiap harinya itulah yang disebut dengan Rapid Logging. Meski begitu, isi rapid logging tak hanya tentang To Do list. Kalian bisa menambahkan catatan penting, jadwal pertemuan maupun journaling/diary.

Ryder sendiri mengibaratkan bahwa Bullet Journal itu layaknya rumah. Yang isi perabotnya (interiornya) bisa diisi sendiri oleh Bullet Journalist. Karena itulah Bullet Journal bersifat fleksibel dan berpotensi membawa perubahan.

BAGAIMANA CARA MEMBUAT BULLET JOURNAL

Cara membuat Bullet Journal itu sangat mudah. Asal yang terpenting kita memahami dasarnya lebih dulu.

CARA MEMBUAT BULLET JOURNAL (BASIC)

  • Siapkan buku dan alat tulis
  • Tentukan  basic Key Bullet nya. Yaitu simbol yang akan kita gunakan dalam membuat perencanaan.
  • Buatlah The Index atau Daftar Isi. The index ini sebenarnya mirip seperti daftar ini pada buku. Yang membedakannya adalah : Daftar isi pada buku, terlebih dahulu diisi dengan judul dan halamannya sebagai informasi. Sementara pada Bullet Journal, diisi saat kita sedang menggunakannya.
  • Buatlah Future Log. Future log adalah halaman khusus yang digunakan untuk mencatat peristiwa atau kegiatan yang akan dilakukan pada masa mendatang. Pada Future log biasanya cukup dengan membagi halaman buku menjadi 2 atau 3. Kemudian setiap bagian kita isi dengan nama Bulan.
  • Buatlah Monthly Log. Monthly log adalah halaman yang kita isi dengan hari dan tanggal dalam 1 bulan yang sedang kita jalani. Misalnya Bulan Januari 2019. Pada Monthly log kita bisa mengisinya dengan tanggal penting yang ingin diingat, event, pertemuan, dll
  • Rapid Logging. Rapid logging ini adalah istilah atau bahasa yang kita gunakan untuk membuat planning setiap harinya. Pembuatannya sangat mudah, meski istilahnya terdengar sulit. Setiap harinya ketika kita membuat to do list, schedule (pertemuan dan event), menambahkan memori atau catatan, disebut dengan Rapid Logging.

Baca Juga : Panduan Lengkap Membuat Bullet Journal

Istilah lain yang umum digunakan dalam Bullet Journal

Selain 5 Komponen yang saya sebutkan diatas, ada beberapa istilah yang sering digunakan dalam Bullet Journal.

MlGRATION

Proses Migrasi adalah proses perpindahan task, event atau meeting ke masa yang akan datang. Migrasi pada Rapid Logging ditandai dengan simbol anak panah >

Hal ini bisa diartikan bahwa pekerjaan tersebut tidak dilakukan hari ini tapi akan diganti ke hari berikutnya.

Migrasi bisa dilakukan secara harian, mingguan, bulanan bahkan tahunan. Misalnya :

  • Ada sebuah project baru yang deadlinenya bulan ini.
  • Ada sebagian task dari project tersebut yang ingin dilakukan di minggu ini.
  • Tapi karena terkendala suatu hal, task tersebut tidak bisa kita lakukan minggu ini.
  • Pada task tersebut kita bisa memberi tanda migrasi. Yang artinya task tersebut tidak bisa diselesaikan minggu ini dan akan kita lakukan minggu depannya. dst.

SIGNIFIER

Signifier adalah simbol tambahan yang digunakan untuk memberikan penekanan atau highlight terhadap suatu task atau to do list. Symbol Signifier yang umum digunakan adalah * (bintang) yang artinya prioritas atau penting dilakukan.

RESCHEDULE

Reschedule adalah istilah yang digunakan apabila task atau event yang akan kita lakukan pada H ternyata diganti dengan hari sebelumnya. Misalnya :

  • Minggu ini ada meeting yang akan terjadi hari Kamis.
  • Kemudian dimajukan menjadi hari Selasa. Sementara kita terlanjur menuliskannya pada Weekly Spread kita.
  • Nah, pada Rapid logging hari Kamis tersebut kita bisa memberikan tanda < . Simbol tersebut kebalikan dari Migrasi.

Itulah tadi beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang Konsep Basic Bullet Journal. Selanjutnya adalah Praktek Menggunakan Bullet Journalnya. Untuk contoh Collection, sangat banyak beredar di Internet. Namun jika kita membutuhkan komponen khusus, kita bisa membuatnya sendiri. Misalnya, kita ingin diet, dan harus mentracking konsumsi makanan. Kalian bisa membuat layout atau spread sesuai keinginan.

Apakah Bullet Journal menjamin seseorang menjadi produktif ?

Tidak Juga ! Penting untuk diketahui bahwa Bullet Journal ini hanya semacam alat bantu produktifitas. Jadi kita gak akan produktif dengan Bullet Journal, apabila kita tidak melaksanakan task yang sudah kita gunakan. Tetapi, jika kita memaksimalkan penggunaannya. Dijamin kita bisa lebih produktif.

Untuk bisa lebih produktif lagi, kalian juga bisa menerapkan Tips Produktif Untuk Memulai Harimu. Jadi banyak cara yang bisa kita gunakan untuk lebih produktif. Salah satunya Produktif dengan Bullet Journal.

Bullet Journal sendiri bisa diterapkan pada kegiatan ngeblog loh. Kalian bisa memanfaatkan Monthly Lognya sebagai Editorial Kalendar. Bisa produktif membangun Blog dengan mensetup Goalnya. Dan bisa lebih fokus mencapai target dengan menempatkan task pada Rapid Logging.

Bahkan dengan Bullet Journal kalian bisa memanfaatkan Collection. Terutama jika ingin mengtrack sudah setor tulisan mingguan belum. Hihihi.. Mencegah di kick out kak Admin.

Buat yang ingin produktif dengan Bullet Journal, jangan kuatir. Gak perlu harus bisa gambar kok kalo ingin belajar Bullet Journal. Karena Basic Bullet Journal itu simple dan mudah dipelajari. Hihi..

HAPPY BUJOING !


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *