Menurut kamu, konsistensi menulis itu apa?

Dalam dunia blogging, konsistensi menulis menjadi salah satu poin penting dalam eksistensi sebuah blog. #1minggu1cerita berupaya untuk men-support teman-teman blogger agar dapat menulis rutin (minimal) seminggu sekali secara konsisten.

Kali ini, beberapa member #1minggu1cerita berbagi pendapat mereka mengenai pentingnya konsistensi menulis. Menurut mereka konsistensi menulis itu apa sih? Kenapa perlu? Buat apa dan apa manfaat yang sudah dirasakan?

Penasaran?

Baca yaa~~

 

 

“Menulis itu adalah senam otak yang bermanfaat. Dengan menulis secara konsisten, menuangkan ide, pemikiran, curhatan ke dalam tulisan, otak jadi ga kaku, lemes, lembam, dan aktif terus. Sayang aja, ide-ide ~yang mungkin~ cemerlang tinggal ide belaka. Mending dituliskan di blog, mungkin banyak yang baca, siapa tau bisa diaplikasikan. Bahkan curhatan doang, bisa jadi pelajaran untuk pembaca, bermanfaat juga kan. Menulislah, walau 1minggu1cerita.” – Darma

“Konsistensi menulis itu penting dalam menumbuhkan kreativitas dalam menulis sehingga bisa menulis ‘hal yang baru’.” – Damar

“Dengan menulis blog melatih kemampuan dalam menulis biar kemampuan menuangkan ide dalam bentuk tulisan ga tumpul seiring banyaknya aktivitas yang bikin bodo apalagi hidup sudah penuh dengan mecin. Ya walaupun bentuk tulisan banyaknya curhat, belum berpola kaya hidup dan suka bolos juga nulisnya tapi dijalani aja tanpa drama left-leftan kecuali karena kelakuan ga setor 6x itu mah die. Jadi nikmatilah ativitas yang sudah jadi pilihan.” – Mia

“Menulis itu merupakan salah satu bentuk ekspresi diri. Kita bisa meluapkan segala ekspresi kita melalui tulisan. Namun, mengekspresikan melalui tulisan tak semudah mengeskpresikan secara langsung. Harus ada ‘ide pokok’ yang disampaikan agar tulisan itu enak dibaca. Masih banyak lagi syarat yang harus dipenuhi agar menjadi tulisan yang baik dan enak dibaca. Masih banyak pula hal-hal yang menghambat untuk terus menulis, seperti kehabisan ide, blank, dan lain-lain. Oleh karena itu, menulis itu harus dilakukan secara konsisten. Jika menulis dilakukan secara konsisten, maka otak kita akan terbiasa menghadapi begitu banyak syarat dan hambatan. Pada akhirnya, otak kita akan terbiasa mencari ide dan solusi akan permasalahan tersebut. Maka dari itu, mari menulis secara konsisten, minimal 1 minggu 1 cerita.” – Bayu

“Konsistensi menulis bagi saya penting buat jaga emosi tetap waras. Namanya perempuan, (banyak) bicara adalah kebutuhan. Menulis adalah salah satu sarana “bicara”, terutama buat hal2 yang nggak bisa atau nggak mantep kalau disampaikan langsung. Selain itu, biar konsisten introspeksi & nasehatin diri sendiri sih.. soalnya seringkali yang saya tulis adalah refleksi dari apa yg saya (dan orang2 sekitar saya) hadapi sehari2.” – Zulfah

“Menulis blog menurutku awalnya termasuk awalnya adalah terapi. Mengingat tdinya bekerja skrg menjadi irt yg blm ada anak. Menulis salah satu bentuk “pelarian/terapi” agar tidak stres dgn berbedaan aktivias.. kemudian konsisten menulis ituuu membuat/menstimulus otak/pikiran utk berpikir kreatif. dan salah satu bentuk komitmen sederhana dgn diri sendiri.” – Mega

“Dulu sih aku menulis utk melatih supaya pikiranku terstruktur. Jadi lebih mudah dipahami orang2 terutama ketika bicara di depan orang banyak. Makin lama, aku menulis utk menyimpan apa yg kupikirkan, kurenungkan, bahkan kupelajari. Supaya suatu saat aku atau siapa yg membutuhkan bisa mengakses tulisan2 tersebut.” – Ikhwan

“Menurut aku dengan menulis pola pikir kita menjadi terasah dan bila sering dilatih bukan tidak mungkin pola pikir kita semakin tajam khususnya dalam mengkritisi dan pemilihan kata.” – Ainul

“Menulis buatku adalah terapi buat diri sendiri agar lebih peka pada lingkungan sekitar. Menulis adalah menolak lupa, merekam jejak karena kapasitas memori otak yang terbatas. Menulis adalah proses mengingatkan diri sendiri. Menulis juga agar aku tetap waras dan gak cepat emosi. Menulis adalah melatih merangkai kata-kata, menambah perbendaharaan, proses belajar terus menerus dan membuka wawasan, kesempatan, lingkar pertemanan, membuka hati untuk lebih obyektif menilai sesuatu dan belajar menerima perbedaan. Menulislah walau #1minggu1cerita.” – Arni

“Menulis itu untuk mengikat. Baik ide, peristiwa, maupun rasa. Apalagi kalau menulis langsung pake tangan.. ada emosi yg ikut tergambar di sana. Setajam-tajamnya ingetan orang, pasti kalah sama tumpulnya pensil.” – Hanifa

“Rutin menulis itu bikin otak mikir, seperti membaca yang bisa bikin umur otak awet Ga cepat karatan alias pikun (Investasi untuk hari tua).” – Mia

“Nulis tuh ya buat mendokumentasikan aneka adegan dalam hidup. Adegan hidup tuh kan banyak. Jadi biar makin banyak terdokumentasi, syukur-syukur terbaca dan berguna untuk orang lain, maka nulis rutin harusnya menjadi suatu kewajaran. Idealnya begitu sih. Sehingga untuk menjaga konsistensi tersebut perlu ada wadah untuk saling mengingatkan. Di manaa? Di #1minggu1cerita dong. Menulislah walau #1minggu1cerita.” – Anil

“Mengapa menulis itu penting? Bagi saya, menulis adalah proses menguraikan benang-benang kusut di dalam pikiran. Ibarat peradaan, semakin dipendam semakin kusut. Seringkali saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan saya melalui proses menulis.Menulis adalah merekam jejak kehidupan kita – kita selalu bisa mengevaluasi diri darinya. Memantau perkembangan pemikiran kita, juga mengidentifikasi karakter diri dari apa yang kita tulis. Yang paling penting, kalau tulisan kita bermanfaat, insya Allah pahalanya akan terus mengalir sampai kita mati. Saat jasad kita tiada, pemikiran kita tetap abadi dalam tulisan kita (selama masih ada yang baca 😁).” – Reytia

Duh, saya nulis alasan apa ya?..ya krn dah niat ikut 1minggu1cerita ya nulis mah nulis wee. Ga pernah bolos lah pokokna mah. Sekepetnya berarti mereview buku teman…” – Hani

“Konsistensi menulis itu seperti cambuk, memecut untuk menulis sesuai dengan komitmen yang telah dibuat sekaligus mendidik untuk disiplin dalam menulis. Ya walaupun pada prakteknya saya masih suka memberi toleransi pada diri sendiri sih… 😆” – cicifera

“Berusaha konsisten untuk menulis, mengungkapkan apa yang ada dirasa dan dipikirkan. Daripada jadi bisul, bernanah-nanah. Awww syakiit. Jadi saya tuangkan dalam bentuk tulisan. Dengan menulis sekaligus saya belajar. Jadi saya juga harus banyak membaca. Membaca yang tersirat dan tersurat.” – Uti

 

Nah, kalau menurut kamu konsistensi menulis itu apa? 🙂 Boleh berbagi pendapat kamu di kolom komentar ya…

 

Tertantang menulis #1minggu1cerita? Yuk daftar jadi member di sini 😉

Tenaaang, admin-admin ga galak kok, cuma sering nagih setoran ajaaa~ *eh xD

You may also like

Leave a Reply